Minke.id – Komunitas UMKM Irian Jaya Night (IJN) Situbondo terus berinovasi untuk memperkuat daya saing anggotanya. Pada Rabu (21/5/2025), puluhan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tergabung dalam IJN mengikuti pelatihan kewirausahaan yang digelar di kawasan Irian Jaya Night, Situbondo, Jawa Timur.
Ketua IJN Situbondo, Shasa Natasya, menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan pelaku usaha agar lebih siap menghadapi tantangan pasar, terutama dalam hal strategi pemasaran digital dan pengembangan produk.
“Paguyuban UMKM yang tergabung dalam IJN Situbondo ini harus bisa berkembang. Salah satu caranya adalah meningkatkan kapasitas anggotanya melalui pelatihan dan edukasi seperti ini,” jelas Shasa di sela acara.
Dua pemateri yang dihadirkan adalah pelaku UMKM sukses yang telah membuktikan diri di dunia bisnis lokal dan digital. Mereka adalah Dwi, pemilik stand di timur Alun-alun Situbondo yang sukses memasarkan produk lewat TikTok, dan Adis, enterpreneur muda yang telah mengelola beberapa usaha di Situbondo.
“Kami ingin peserta mendapat inspirasi langsung dari pelaku yang sudah berhasil. Ini akan memberikan motivasi lebih karena mereka melihat contoh nyata,” imbuh Shasa.
Dalam pelatihan, para peserta diajak memahami pentingnya branding, konten kreatif, dan digital marketing, khususnya penggunaan media sosial seperti TikTok yang terbukti ampuh menjaring pasar.
Evita Sukma, salah satu peserta yang juga pedagang aktif di IJN, mengaku mendapat banyak manfaat dari pelatihan ini.
“Alhamdulillah, pelatihannya membuka wawasan saya tentang cara promosi yang lebih efektif. Selama ini saya belum pernah serius memanfaatkan media sosial, tapi ternyata sangat potensial dan hemat biaya,” ujarnya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan IJN untuk memajukan UMKM Situbondo agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman. Dengan bekal keterampilan baru, diharapkan para pelaku usaha dapat meningkatkan omzet dan memperluas pasar.
“Kami ingin UMKM IJN Situbondo menjadi pelaku ekonomi lokal yang mandiri, inovatif, dan siap menghadapi persaingan era digital,” pungkas Shasa.

