Minke.id – Pemerintah Kota Probolinggo menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program sertifikasi dan standarisasi produk. Dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUMP), Wali Kota Probolinggo Aminuddin secara resmi membuka acara di Puri Manggala Bhakti, Kantor Pemkot Probolinggo, pada Selasa (10/6/2025).
“Sertifikasi dan standarisasi merk merupakan hal yang sangat penting dalam dunia usaha, karena bukan hanya menjadi simbol identitas produk, tetapi juga bentuk perlindungan hukum terhadap pelaku usaha,” ujar Wali Kota Aminuddin.
Data mencatat, dari total 21.253 pelaku UMKM di Kota Probolinggo, hanya 314 pelaku usaha atau sekitar 1,48% yang telah memiliki sertifikasi dan standarisasi produk yang sah. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran dan akses terhadap pentingnya legalitas produk UMKM.
Wali Kota menegaskan bahwa produk yang telah tersertifikasi memiliki daya saing lebih tinggi, baik di pasar offline maupun online. Sertifikasi juga memberikan jaminan kualitas dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Menurut Wali Kota Aminuddin, sertifikasi produk pangan UMKM sangat penting sebagai informasi valid bagi konsumen. Selain itu, pelaku usaha akan memiliki hak hukum untuk melindungi produk mereka dari kemungkinan penjiplakan atau penyalahgunaan oleh pihak lain.
“Dengan adanya legalitas, pelaku UMKM tidak hanya meningkatkan kualitas produknya, tetapi juga lebih siap memasuki pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Saat ini, karena keterbatasan anggaran, Pemkot Probolinggo baru bisa mengikutsertakan 100 peserta dalam bimtek sertifikasi ini. Namun, diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong lebih banyak pelaku UMKM mengurus sertifikasi produk mereka.
Kepala DKUMP Kota Probolinggo, Fitriawati, menambahkan bahwa bimtek ini bertujuan meningkatkan keterampilan pelaku usaha dalam menyusun dokumen dan memahami prosedur sertifikasi dan standarisasi.
“Kami berharap UMKM di Kota Probolinggo semakin berkembang dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada konsumen,” ungkapnya.
Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan UMKM Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam penguatan kapasitas UMKM lokal.

