Minke.id – Tujuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Bali binaan Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara berhasil menembus pasar internasional dengan mengikuti pameran bisnis di Korea Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perluasan pasar ekspor bagi produk unggulan daerah.
Pameran bertajuk Koima Seoul tersebut berlangsung di Korea Selatan dan diikuti oleh total 23 UMKM dari seluruh Indonesia. Tujuh di antaranya berasal dari Bali, yakni Haluan Bali, Dian Art, Bali Ayu, Dede Satoe, Bali Conservana, Bali Pure, dan Bali Honey. Mereka menampilkan berbagai produk mulai dari fesyen, aksesori, makanan olahan, hingga produk spa.
“Pameran itu langkah tepat untuk produk UMKM dalam negeri mendapat akses pasar ekspor,” kata Manajer Komunikasi, Relasi, dan TJSL Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, di Denpasar, Kamis (17/7).
Salah satu UMKM Bali yang mencuri perhatian adalah Bali Pure, asal Kabupaten Buleleng. Mereka membawa produk herbal seperti minyak kelapa organik dan perawatan tubuh berbahan alami. Produk tersebut bahkan mendapat tawaran penjajakan kerja sama dengan pelaku usaha di Korea Selatan.
“Respons pasar sangat positif. Beberapa produk terjual lebih dari 80 persen, dan potensi transaksi secara keseluruhan diperkirakan menembus Rp500 juta,” ujar Ahad.
Keberhasilan ini tak lepas dari sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Perdagangan, serta dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul. Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul, Ali Andhika Wardhana, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi ini.
“Ini bentuk dukungan nyata terhadap UMKM dengan produk unggulan untuk dapat menembus pasar global, khususnya di Korea Selatan,” ujar Ali.
Pameran ini menjadi bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor nonmigas dan memperkenalkan produk UMKM Bali ke pasar internasional.

