Minke.id – Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, terus memperkuat posisinya sebagai sentra melon unggulan melalui inovasi teknologi. Petani melon dan pelaku UMKM kini mendapat dorongan baru lewat program pendampingan berbasis Internet of Things (IoT) dan pengolahan pangan modern vacuum frying. Program ini merupakan kolaborasi Politeknik Negeri Malang (Polinema), AKN Blitar, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Blitar, serta Pemerintah Kecamatan Wates.
Program tersebut hadir sebagai jawaban atas tantangan yang selama ini menghambat produktivitas petani. Sebanyak 273 greenhouse melon masih dikelola manual tanpa sistem monitoring digital, sehingga kualitas melon Grade A belum stabil. Di sisi lain, UMKM KWT Wani Maju menghadapi keterbatasan kapasitas produksi karena mesin vacuum frying yang kecil, serta pencatatan administrasi usaha yang masih dilakukan secara manual.
Melalui program ini, tim pengabdian memperkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) kepada Koperasi Republik Melon. Dengan perangkat tersebut, petani dapat memantau kelembapan tanah, nutrisi tanaman, hingga suhu dalam greenhouse secara real time. Sistem digital monitoring ini memungkinkan petani mengambil keputusan lebih cepat dan tepat, sehingga kualitas dan kuantitas panen dapat lebih terjaga.
“Dengan IoT, petani bisa memantau kebutuhan tanaman secara akurat tanpa harus mengecek secara manual. Ini langkah besar menuju pertanian presisi di Blitar,” terang tim pengabdian.
Di sektor hilir, UMKM Wani Maju mendapatkan pendampingan intensif penggunaan teknologi vacuum frying. Teknologi ini membantu UMKM menghasilkan kripik melon yang lebih renyah, bergizi, dan konsisten mutunya—sebuah nilai tambah penting untuk memenangkan pasar oleh-oleh dan retail modern.
Selain itu, pelatihan keuangan usaha dan digitalisasi administrasi diberikan untuk mendorong UMKM lebih siap bersaing di pasar nasional.
Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Dra. Nilawati Fiernaningsih, M.AB, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat 2025, Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan – Produk Unggulan Daerah, yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Pendampingan ini kami rancang untuk memperkuat ekosistem pertanian melon sekaligus meningkatkan kemampuan UMKM agar mampu menghasilkan produk unggulan daerah yang berdaya saing,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Blitar menilai bahwa kolaborasi ini membawa dampak positif bagi efisiensi produksi dan peningkatan daya saing UMKM berbasis bahan baku lokal.
Camat Wates menambahkan, “Pendampingan ini memperkuat kemandirian petani dan pelaku UMKM, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah.”
Dengan sinergi antara teknologi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat, agribisnis melon di Kecamatan Wates diharapkan semakin maju. Tidak hanya stabil dalam kualitas tanaman, tetapi juga meningkat dari sisi hilirisasi melalui produk olahan yang lebih bernilai jual tinggi.
Pendampingan ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya untuk sektor industri besar, tetapi juga mampu mengangkat petani dan UMKM lokal menuju pasar nasional.

