iniSO.co – Menjelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pemerintah Kota Probolinggo memperkenalkan wajah baru pusat kota yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata.
Penataan Alun-alun Kota Probolinggo serta revitalisasi Gedung Dekranasda resmi diluncurkan melalui program bertajuk “Alun-alun Bersolek dan Dekranasda Reborn”, Sabtu (10/9/2026). Program ini diharapkan menjadi etalase pertama bagi wisatawan yang datang ke Kota Probolinggo.
Program Alun-alun Bersolek dan Dekranasda Reborn mencakup penataan sejumlah kawasan strategis di pusat kota. Di antaranya Alun-alun Kota Probolinggo, trotoar sepanjang Jalan Panglima Sudirman–Soekarno Hatta, pintu utama Pasar Baru, sentra kuliner terpadu di kawasan GOR A. Yani, hingga pembaruan Gedung Dekranasda yang berada tepat di depan Stasiun Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin Sp.OG mengatakan, penataan ini tidak hanya bertujuan memperindah kota, tetapi juga menyiapkan pusat kota sebagai gerbang utama aktivitas ekonomi dan pariwisata.
“Alun-alun dan Dekranasda kami siapkan sebagai pintu masuk utama bagi masyarakat dan wisatawan. Kawasan ini harus memberi kesan pertama yang positif,” ujar Aminuddin usai peluncuran program.
Menurut Aminuddin, Pemkot Probolinggo juga telah berkoordinasi dengan PT KAI terkait rencana pengoperasian commuter line Surabaya–Probolinggo yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret mendatang.
“Dengan hadirnya commuter line, arus kunjungan ke Probolinggo dipastikan meningkat. Karena itu, wajah pusat kota harus siap menyambut para pendatang,” jelasnya.
Keberadaan alun-alun yang representatif diharapkan mampu menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus ikon kota yang membanggakan.
Untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan, Pemkot Probolinggo memastikan kawasan Alun-alun Kota Probolinggo akan steril dari pedagang kaki lima (PKL). Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan keberlangsungan usaha para pedagang.
Pemkot telah menyiapkan sentra kuliner terpadu di kawasan GOR A. Yani, termasuk lokasi khusus bagi PKL angkringan yang beroperasi pada malam hari di beberapa ruas jalan.
“Penataan ini bukan untuk mematikan usaha, tetapi menata agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi semua pihak,” tegas Aminuddin.
Melalui program Alun-alun Bersolek dan Dekranasda Reborn, Pemerintah Kota Probolinggo optimistis pusat kota akan tumbuh sebagai ruang publik modern, pusat ekonomi kreatif, sekaligus destinasi awal yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung.

