iniSO.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan ketahanan pangan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan produksi tempe oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan di Bimbingan Kerja (Bimker), Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan produksi tempe ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian WBP yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dan bernilai ekonomi. Seluruh proses pengolahan tempe dilakukan secara mandiri oleh WBP dengan pendampingan langsung dari petugas lapas.
Proses produksi menerapkan standar kebersihan dan higienitas, mulai dari tahap perendaman kedelai, perebusan, hingga fermentasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan tempe yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi.
Dalam proses produksinya, Lapas Kelas IIB Mojokerto menggunakan kedelai pilihan sebagai bahan baku utama. Pemilihan bahan berkualitas ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga mutu tempe agar memiliki nilai jual dan mampu mendukung pengembangan UMKM di lingkungan lapas.
Dengan kualitas yang terjaga, produk tempe hasil pembinaan ini diharapkan dapat bersaing dan memberikan manfaat ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan pangan.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan produksi tempe tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan keterampilan bagi WBP.
“Melalui kegiatan produksi tempe ini, kami ingin membekali WBP dengan keterampilan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, pembinaan kemandirian ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi WBP setelah bebas nanti, sehingga mampu membuka usaha mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, salah satu WBP yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku bangga dapat mengikuti program pembinaan kemandirian ini. Ia menilai ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat untuk masa depan.
“Kami diajari cara mengolah tempe dengan baik dan higienis. Ilmu ini sangat bermanfaat dan semoga bisa kami gunakan sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif, mendukung UMKM, serta berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

