iniSO.co – Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Kabupaten/Kota Kediri, M. Hadi Setiawan, menegaskan pentingnya penguatan UMKM perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga sekaligus fondasi pembangunan generasi yang kuat.
Penegasan tersebut disampaikan saat Hadi menggelar reses di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Minggu (8/2/2026). Dalam forum tersebut, mayoritas aspirasi datang dari kalangan ibu rumah tangga yang mengelola Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner dan usaha rumahan.
Hadi mengungkapkan, berbagai aspirasi yang diterima mencerminkan kebutuhan nyata pelaku UMKM perempuan di Kediri. Mulai dari akses permodalan, pelatihan peningkatan kapasitas, hingga pendampingan usaha dan perluasan pasar.
“Aspirasi yang kami terima mayoritas datang dari emak-emak pelaku UMKM. Mulai dari kebutuhan permodalan, pelatihan, hingga pendampingan usaha. Semua ini menjadi catatan penting bagi kami,” ujar Hadi.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, dukungan terhadap UMKM perempuan tidak cukup hanya berbentuk bantuan modal, tetapi juga harus menyentuh aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia dan akses pemasaran.
UMKM Perempuan, Fondasi Ekonomi Keluarga
Hadi menilai, banyak UMKM perempuan berangkat dari dapur rumah tangga. Usaha kuliner dan produk rumahan menjadi tulang punggung tambahan pendapatan keluarga.
“UMKM yang dikelola perempuan ini banyak berangkat dari dapur. Ketika dapur kuat, keluarga kuat, dan itu berdampak pada kualitas generasi penerus,” katanya.
Selain isu UMKM, sejumlah peserta reses juga menyampaikan usulan terkait sarana dan prasarana pendidikan. Namun, menurut Hadi, penguatan UMKM perempuan menjadi kebutuhan mendesak karena berdampak langsung terhadap ekonomi rumah tangga.
Hadi memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan melalui mekanisme di DPRD Jawa Timur dengan menyesuaikan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia juga membuka peluang kolaborasi lintas tingkat pemerintahan agar program pemberdayaan UMKM perempuan lebih konkret dan berkelanjutan.
“Kami akan mengolaborasikan perjuangan ini, termasuk dengan anggota DPR RI, agar program pemberdayaan UMKM perempuan bisa lebih konkret dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti besarnya potensi perempuan di Kediri yang telah memiliki keterampilan, bahkan sertifikasi, khususnya di bidang kuliner. Potensi tersebut, lanjutnya, perlu mendapat dukungan agar mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
“Banyak ibu-ibu yang sudah punya bekal keterampilan. Tinggal bagaimana pemerintah hadir memberi ruang dan dukungan agar usaha mereka berkembang,” pungkas Hadi.
Penguatan UMKM perempuan di Kediri diharapkan menjadi strategi efektif dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

