iniSO.co – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Bank Jatim Cabang Blitar untuk memperkuat perputaran ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Bazaar Ramadhan Kareem 2026. Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin, 2 Maret 2026, di halaman Kantor Bank Jatim Cabang Blitar, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 36, Kota Blitar, dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari.
Bazar tahunan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dirancang sebagai intervensi ekonomi langsung menjelang Lebaran, saat kebutuhan masyarakat meningkat signifikan. Bank Jatim menghadirkan bazar murah sekaligus ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan.
Pemimpin Bank Jatim Cabang Blitar, Five Sediosa Adha Purnama Hidayat, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bank pembangunan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat serta memperkuat ekosistem UMKM lokal.
“Bazaar Ramadhan Kareem ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi wujud nyata komitmen Bank Jatim dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Five.
Selama Ramadan, daya beli masyarakat cenderung meningkat. Untuk membantu menjaga keterjangkauan harga, Bank Jatim menyediakan sedikitnya 1.200 paket sembako tebus murah berisi beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, serta gula satu kilogram yang dapat ditebus dengan harga Rp100 ribu per paket.
Program sembako murah ini menjadi daya tarik utama bazaar karena langsung menyasar kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menariknya, seluruh transaksi dalam Bazaar Ramadhan Kareem 2026 telah menerapkan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Mulai dari pembelian paket sembako hingga transaksi di tenant UMKM dilakukan secara non-tunai.
Five menegaskan digitalisasi transaksi menjadi langkah strategis Bank Jatim dalam mendorong transformasi ekonomi daerah menuju sistem keuangan modern dan inklusif.
“Kami ingin UMKM binaan tidak hanya kuat dari sisi produk, tetapi juga adaptif terhadap digitalisasi. Ke depan, daya saing usaha sangat ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan transaksi digital,” katanya.
Pada hari pembukaan, sebanyak 12 tenant UMKM binaan Bank Jatim Cabang Blitar turut ambil bagian dengan menawarkan produk kuliner, fashion muslim, hingga kerajinan khas daerah. Bank Jatim juga terus memberikan pendampingan usaha, akses pembiayaan inklusif, serta pelatihan agar UMKM naik kelas.
Pembukaan bazaar turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Blitar, Priyo Suhartono, yang mewakili Pemerintah Kota Blitar. Ia mengapresiasi kontribusi Bank Jatim dalam menghidupkan sektor UMKM menjelang Idulfitri.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bank Jatim yang turut menghidupkan UMKM di Kota Blitar. Momentum ini sangat tepat karena menjelang Lebaran hampir seluruh masyarakat melakukan aktivitas belanja,” kata Priyo.
Ia menilai bazaar tersebut memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal, mulai dari peningkatan transaksi perdagangan hingga perluasan pasar bagi pelaku usaha kecil. Pemerintah Kota Blitar juga mendorong percepatan penggunaan transaksi non-tunai melalui QRIS guna memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan efisien.
Melalui kombinasi bazaar murah, penguatan UMKM, serta digitalisasi transaksi, Bazaar Ramadhan Kareem 2026 diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memperluas penggunaan pembayaran digital di tingkat masyarakat akar rumput.
Di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi selama Ramadan, langkah Bank Jatim Cabang Blitar ini menjadi contoh konkret peran perbankan daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempercepat transformasi ekonomi berbasis digital di Jawa Timur.

