iniSO.co – Kabar membanggakan datang dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur. Produk keripik tempe H&G berhasil masuk dalam jajaran 30 besar (Champion) pada program pembinaan UMKM Mataraya yang digagas oleh Bank Indonesia wilayah Kediri.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya saing tinggi dan berpotensi menembus pasar global. Program UMKM Mataraya merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan daya saing pelaku UMKM agar mampu naik kelas.
Dalam prosesnya, peserta harus melalui tahapan kurasi ketat, pelatihan intensif, serta pendampingan berkelanjutan. Hanya produk-produk terbaik yang berhasil lolos dan menyandang predikat Champion.
Keripik tempe H&G dinilai unggul dari berbagai aspek, mulai dari kualitas bahan baku, inovasi rasa, hingga konsistensi produksi. Selain itu, kemasan produk yang semakin modern serta komitmen menjaga standar mutu menjadi faktor penting dalam penilaian. Kesiapan memenuhi permintaan pasar juga turut memperkuat posisi H&G dalam program tersebut.
Dengan masuknya ke dalam 30 besar Champion, H&G kini memiliki peluang lebih luas untuk memperluas pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan dari Bank Indonesia diharapkan dapat mendorong UMKM untuk menembus pasar global serta memperkuat jaringan bisnis.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Jawa Timur. Dengan inovasi dan peningkatan kualitas berkelanjutan, produk lokal dinilai mampu bersaing di pasar internasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri kreatif berbasis UMKM.

