iniSO.co – Program Rumah BUMN yang diinisiasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik di Rembang, Jawa Tengah, menembus pasar global. Pendampingan berkelanjutan yang diberikan terbukti meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan pemasaran hingga mancanegara.
Salah satu pelaku UMKM binaan, Hawien Wilopo, mengaku usahanya kembali bangkit setelah bergabung dengan Rumah BUMN Rembang pada 2021. “Keberadaan Rumah BUMN sangat membantu UMKM untuk berkembang. Usaha saya bisa pulih dan meningkat,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Hawien memulai usaha Batik Tulis Lasem Gunung Kendil dari hobi menggambar sejak kecil, sebelum menekuni bisnis batik secara serius pada 2012. Usahanya sempat terdampak pandemi COVID-19, namun kembali berkembang berkat pendampingan yang mencakup pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga akses pameran nasional dan internasional.
Produk batiknya kini telah tampil di berbagai ajang bergengsi seperti Festival Tong Tong dan Inacraft di Jakarta. Saat ini, usaha tersebut mampu memproduksi sekitar 150 produk per bulan dengan omzet mencapai Rp20 juta.
Pasar Batik Tulis Lasem Gunung Kendil tidak hanya menjangkau berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga merambah pasar internasional seperti Jerman, Belgia, Italia, Korea, dan Jepang. Untuk memenuhi permintaan, Hawien mempekerjakan tujuh karyawan serta memberdayakan masyarakat sekitar saat pesanan meningkat.
Produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari kain batik dengan harga Rp200 ribu hingga Rp7 juta, hingga pakaian jadi dengan kisaran Rp600 ribu sampai Rp800 ribu.
Sementara itu, Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan apresiasi atas capaian UMKM binaan yang mampu memperkenalkan batik sebagai warisan budaya sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Menurutnya, SIG melalui Rumah BUMN berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM agar mampu menjalankan usaha secara profesional, memanfaatkan platform digital, serta memperluas akses pasar hingga tingkat global. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia di pasar internasional.

