iniSO.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 5,87 persen pada 2025. Sektor perdagangan dan industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Kota Pahlawan.
Di tengah pertumbuhan ekonomi tersebut, geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya juga terus meningkat. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM telah menembus lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah setiap tahun.
Melihat potensi tersebut, FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahap kedua untuk mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan di Surabaya.
VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, mengatakan program bertajuk FKS Empower Tahap 2 itu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM, khususnya perempuan.
“Melalui FKS Empower, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan,” kata Beatrice dalam keterangan yang diterima, Sabtu (16/5).
Program tersebut mengusung semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact. Pada tahap kedua, program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan target lebih dari 100 ibu rumah tangga penerima manfaat.
Kegiatan kick-off program diikuti lebih dari 150 peserta. Dalam program itu, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh higienis sesuai standar halal, pengembangan produk inovasi berbasis kedelai, pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan produk, hingga pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi halal.
Selain itu, peserta juga dibekali akses untuk memasuki pasar modern guna memperluas pemasaran produk UMKM.
Beatrice menambahkan, peserta program tahap pertama turut dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT) agar proses pembelajaran dan pemberdayaan dapat terus berlanjut di masyarakat.
Menurutnya, pemberian akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang usaha dapat mendorong perempuan menjadi penggerak perubahan ekonomi di lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, berharap program pemberdayaan UMKM tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kerja perusahaan.
“Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan agar komunitas penerima manfaat dapat terus berkembang secara mandiri,” ujar Zulhendri.
Kolaborasi antara FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama, program difokuskan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, yakni Romokalisari, Tambak Osowilangun, Tambak Sarioso, dan Desa Karangkiring.
Selama satu tahun pelaksanaan program, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan usaha. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta.
Berbagai produk inovatif berbasis kedelai juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga produk turunan kedelai lainnya.

