iniSO.co – Semangat TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun 2026 di Kabupaten Probolinggo tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi kebangkitan UMKM Probolinggo dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Usai memimpin upacara pembukaan TMMD Ke-128, Bupati Probolinggo dr. H. Muhammad Haris, M.Kes. (Gus Haris) langsung meninjau deretan stand UMKM yang memadati lokasi kegiatan, Rabu (22/4/2026). Didampingi Kasrem 083/Baladika Jaya Letkol Inf Rahmad Cahyo Dinarso dan Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Aprianto, Gus Haris melihat langsung beragam produk unggulan hasil karya pelaku usaha lokal.
Stand yang difasilitasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian itu menampilkan berbagai potensi daerah, mulai kuliner, kriya hingga produk budaya yang menjadi identitas Kabupaten Probolinggo.
Berbagai produk kuliner khas menarik perhatian rombongan, mulai dari basreng, dimsum, klepon, apem, bubur sumsum hingga produk unggulan seperti bebek ungkep, telur asin dan aneka keripik dengan kemasan modern.
“Saya sangat mengapresiasi kreativitas para pelaku UMKM Probolinggo. Produknya tidak kalah saing, baik dari segi rasa maupun kemasan. Momentum TMMD ini harus menjadi batu loncatan agar produk lokal Probolinggo semakin dikenal luas,” ujar Gus Haris saat peninjauan.
Menurut Gus Haris, kehadiran stand UMKM dalam rangkaian TMMD Ke-128 menjadi bukti pembangunan desa tidak hanya soal fisik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi warga.
Selain produk kuliner, pameran UMKM juga menampilkan batik khas Probolinggo, kebaya karya perajin lokal hingga beragam minuman herbal tradisional seperti sinom, kunyit asam dan es kowot yang menjadi daya tarik tersendiri.
Keberagaman produk tersebut dinilai menunjukkan potensi besar UMKM lokal untuk berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.
Bupati menegaskan, penguatan sektor UMKM merupakan bagian integral dari misi TMMD, sejalan dengan semangat kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
“Kehadiran stand-stand ini menunjukkan masyarakat kita berdaya. Kita akan terus mendukung dari sisi pemasaran dan pembinaan agar UMKM Probolinggo naik kelas,” tegasnya.
Sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui TMMD Ke-128 diharapkan memberi dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi desa, khususnya melalui pemberdayaan usaha mikro.
Peninjauan ditutup dengan interaksi hangat antara Gus Haris dan para pedagang. Dalam kesempatan itu, Bupati berdialog langsung mengenai tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil, mulai akses pemasaran hingga pengembangan produk.
Kehadiran UMKM dalam TMMD Ke-128 menjadi simbol bahwa pembangunan desa tidak hanya membangun jalan dan fasilitas publik, tetapi juga membuka jalan bagi ekonomi rakyat untuk tumbuh lebih kuat.

