iniSO.co – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Tisnonegaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengikuti pelatihan pengolahan makanan dan minuman guna meningkatkan keterampilan produksi sekaligus memperkuat daya saing usaha kuliner lokal.
Kegiatan yang digelar oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Amanah tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam mengolah produk makanan dan minuman secara higienis, inovatif, dan memiliki nilai ekonomis tinggi.
Ketua Pokmas Amanah, Ahmad Soleh, mengatakan pelatihan tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan siap bersaing di pasar.
“Kami ingin meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM mengenai teknik dasar pengolahan makanan dan minuman yang baik dan higienis. Selain itu, peserta juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam membuat produk makanan dan minuman yang inovatif, menarik, serta bernilai ekonomis,” ujar Ahmad Soleh, Senin (11/5/2026).
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, turut memberikan motivasi kepada peserta agar mampu menciptakan produk kuliner khas Kelurahan Tisnonegaran yang memiliki nilai jual tinggi dan identitas kuat.
Menurutnya, produk UMKM harus memiliki ciri khas agar lebih mudah dikenal masyarakat sekaligus mampu bersaing dengan produk lain di pasaran.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat lahir olahan produk yang lebih spesifik dan memiliki ciri khas dari Kelurahan Tisnonegaran. Bentuk maupun penyajiannya tentu perlu dibuat menarik, karena tujuan akhirnya adalah agar produk tersebut dapat dipasarkan dan memiliki nilai jual,” katanya.
Selain kualitas produk, Aminuddin juga menekankan pentingnya strategi promosi dan penguatan branding produk UMKM. Ia menilai kreativitas dalam konsep dan tampilan produk menjadi faktor penting untuk menarik perhatian konsumen.
“Saat ini ada istilah no viral, no attention, artinya sesuatu yang menarik dan banyak diperbincangkan akan lebih mudah dikenal orang. Karena itu, bentuk, tampilan, maupun konsep produk harus dibuat kreatif dan berbeda,” ujarnya.
Pemerintah Kota Probolinggo berharap pelatihan pengolahan makanan dan minuman tersebut mampu mendorong pelaku UMKM di Kelurahan Tisnonegaran semakin berkembang, memperluas pemasaran produk, serta meningkatkan daya saing kuliner lokal di tingkat regional.

