Minke.id – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas pelaku industri kecil melalui pelatihan teknik ecoprint. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kecamatan Banyuanyar pada Senin (24/11/2025) dan diikuti 50 peserta dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Banyuanyar, Gending, Tegalsiwalan, Maron, dan Tiris.
Pelatihan menghadirkan instruktur dari IKM Dewi Rengganis Kecamatan Krejengan, yang telah berpengalaman dalam pengembangan kerajinan berbasis bahan alami. Kegiatan dibuka oleh Camat Banyuanyar Hudan Kurniawan bersama Kepala Bidang Perindustrian DKUPP Kabupaten Probolinggo, Muhammad Ikbal, serta narasumber Rusyami dari IKM Dewi Rengganis.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, melalui Kabid Perindustrian Muhammad Ikbal menegaskan bahwa pelatihan ecoprint merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat kreativitas dan kualitas produk kerajinan berbahan alami.
“Tujuan utamanya meningkatkan kreativitas ecoprint di Kabupaten Probolinggo, mendukung pengembangan ecoprint di Indonesia, serta menyelenggarakan edukasi, penelitian, dan pengembangan produk ecoprint beserta bahan pendukungnya. Peserta diharapkan menjadi crafter yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki wawasan dalam pemasaran,” jelas Ikbal.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan UMKM terus menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Probolinggo, mengingat perannya yang sangat penting dalam menekan angka kemiskinan dan membuka peluang kerja baru.
“Kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kolaborasi antar pelaku industri kecil dan menengah, sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah,” tambahnya.
Camat Banyuanyar, Hudan Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ecoprint memberi manfaat langsung bagi keluarga, karena keterampilan baru memungkinkan masyarakat membuat produk sendiri tanpa harus membeli.
“Jika peserta sudah mahir, teknik ecoprint bahkan bisa menjadi peluang usaha yang dapat menambah penghasilan,” kata Hudan.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui penyebaran ilmu hingga tingkat desa. “Peserta yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada anggota PKK di tingkat desa, sehingga pengembangannya dapat memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, DKUPP Probolinggo berharap industri ecoprint lokal semakin berkembang dan mampu menciptakan produk yang kreatif, ramah lingkungan, serta memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM dan komunitas kreatif.

