iniSO.co – Aroma kopi dan semangat penguatan ekonomi rakyat mewarnai gelaran Jatim Specialty Coffee, Tobacco dan UKM/UMKM Fest Vol.3 di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (15/5/2026). Festival bertema “Sinergi untuk Jatim Maju, UMKM Kuat, Ekonomi Hebat” itu menjadi ajang kolaborasi untuk memperkuat sektor kopi, tembakau, dan UMKM sebagai penopang ekonomi daerah.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Achmad Imam Fauzi. Turut hadir Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember Dima Akhyar, Kasatpol PP Jember Bambang Rudiyanto, pelaku UMKM, komunitas kopi, hingga pegiat ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Achmad Imam Fauzi mengapresiasi konsistensi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang terus menggagas festival tersebut hingga memasuki tahun ketiga pelaksanaan.
“Festival ini bukan sekadar ajang pameran, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, komunitas, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem UMKM di Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Fauzi, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Sektor tersebut juga dinilai menjadi instrumen penting dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah.
Ia menjelaskan, terdapat tiga sektor utama yang menjadi fokus pengembangan dalam festival tersebut, yakni kopi, tembakau, dan UMKM. Ketiganya dinilai memiliki nilai sejarah sekaligus potensi ekonomi besar bagi masyarakat Jember dan Jawa Timur.
“Kopi dan tembakau bukan hanya komoditas unggulan, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah dan pergerakan ekonomi masyarakat Indonesia. Karena itu, penguatan sektor ini harus terus dilakukan melalui inovasi dan pengembangan pasar,” katanya.
Achmad Imam Fauzi juga menekankan pentingnya digitalisasi dan standarisasi produk bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di era modern. Pemerintah berharap kualitas produk lokal Jember terus meningkat dan memiliki daya saing lebih luas di pasar nasional maupun internasional.
“Saya berharap ada standarisasi bagi pelaku UMKM sehingga produk-produk lokal Jember memiliki kualitas yang semakin baik dan mampu bersaing lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MAKI Jawa Timur Heru optimistis program “Surga Kopi Indonesia” mampu membawa dampak positif bagi kemajuan sektor kopi nasional, khususnya di Jawa Timur dan Jember.
Menurutnya, Jember memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat kopi unggulan di Indonesia. Selain memperkuat identitas kopi lokal, pengembangan sektor kopi diyakini dapat mendukung pertumbuhan UMKM, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Heru berharap kopi asal Jember tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global dan bersaing di tingkat internasional.
Sebagai daerah dengan hamparan perkebunan kopi yang luas dan tersebar di hampir seluruh kecamatan, Jember dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu daerah penghasil kopi unggulan nasional.

