iniSO.co – Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, menyimpan beragam potensi unggulan yang siap dikembangkan, mulai dari sektor wisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pertanian. Wilayah yang terdiri dari 17 desa ini didominasi kawasan hutan dan lahan pertanian yang produktif.
Camat Sugihwaras, Supranata, mengungkapkan bahwa daerahnya memiliki kekayaan potensi yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Potensi di daerah kami ada wisata, UMKM, dan pertanian,” jelasnya.
Di sektor wisata, Sugihwaras memiliki Wahana Kampung Drenges (WKD) yang merupakan kawasan geopark di Desa Drenges. Kawasan ini mengusung konsep konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berbasis lingkungan. Selain itu, terdapat pula Wana Tirta Treb (WTT) di Desa Terate yang menjadi destinasi wisata ramah keluarga, khususnya sebagai tempat bermain anak.
Tak hanya wisata, sektor UMKM Sugihwaras juga menunjukkan geliat yang menjanjikan. Berbagai produk kuliner khas telah berkembang di sejumlah desa, di antaranya balongkuwuk berbahan singkong dari Desa Drenges dan Desa Bulu, marneng serta kerupuk kedelai dari Desa Balongrejo, hingga ituk-ituk kacang hijau dari Desa Panemon.
Produk unggulan lainnya meliputi keripik usus dari Desa Genjor, bubur kendil khas Desa Sugihwaras, susu kedelai dari Desa Terate, tempe gedebok dari Desa Glagahan, serta aneka minuman jamu tradisional dari Desa Siwalan. Ragam produk ini menjadi kekuatan ekonomi lokal yang terus didorong untuk naik kelas.
Di sektor pertanian, Sugihwaras juga memiliki komoditas unggulan seperti padi, bawang merah, cabai merah, tembakau, dan jagung yang menopang perekonomian warga.
Supranata menambahkan, kawasan Kedunglantung di Desa Drenges direncanakan mendapatkan dukungan pengembangan geopark melalui anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) serta Corporate Social Responsibility (CSR) dari ExxonMobil.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan sentra UMKM. “Pengembangan UMKM sudah disurvei dari Dindagkopum, bila memungkinkan akan dibuatkan sentra produk UMKM,” ungkapnya.
Akses menuju Kecamatan Sugihwaras pun cukup terjangkau, yakni sekitar 23 kilometer dari pusat pemerintahan Bojonegoro. Wilayah ini juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Nganjuk di sisi selatan, sehingga memiliki potensi konektivitas ekonomi antar daerah.
Dengan kekayaan potensi wisata, UMKM, dan pertanian, Kecamatan Sugihwaras diyakini mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bojonegoro, sekaligus destinasi menarik bagi wisatawan lokal.

