iniSO.co – Momentum konsolidasi organisasi sekaligus refleksi Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi perempuan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama dengan Mercy Corps Indonesia di Aula Gedung SMAMDA Tower, Jalan Pucang Adi No. 128 Surabaya, Minggu (12/4/2026).
Kesepakatan tersebut disaksikan kader Aisyiyah se-Surabaya, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, serta Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, Ade Saukasih, bersama Ketua PDA Surabaya, Alifah Hikmawati.
Kerja sama ini menghadirkan program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan, khususnya pelaku UMKM. Program tersebut mencakup pelatihan literasi keuangan, manajemen usaha, hingga keterampilan digital guna menciptakan dampak nyata bagi penguatan ekonomi keluarga.
Wakil Ketua PDA Surabaya Koordinator Bidang Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Joane Hendrawati, menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kemitraan ini.
“Alhamdulillah perjanjian kerja sama dengan Mercy Corps Indonesia telah ditandatangani. Kami berharap program ini membawa banyak manfaat bagi UMKM Aisyiyah, sehingga menjadi lebih tangguh dan berkelas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini Aisyiyah telah menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi perempuan yang berfokus pada ketahanan keluarga. Program unggulan tersebut antara lain BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah), SWA (Sekolah Wirausaha Aisyiyah), serta penguatan koperasi.
“Program ini mencakup pelatihan, pendampingan usaha mikro, serta peningkatan keterampilan bagi perempuan, termasuk kelompok rentan, guna mewujudkan kemandirian ekonomi,” tambahnya.
Selain itu, Aisyiyah juga aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah kota, hingga dinas terkait seperti koperasi dan perdagangan, guna memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Sementara itu, Mercy Corps Indonesia menitikberatkan program pada peningkatan literasi keuangan dan pemahaman manajemen keuangan bagi perempuan pemilik UMKM serta perempuan muda. Program ini juga mencakup edukasi keamanan siber, akses layanan keuangan, serta penguatan pemasaran digital.
Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong sinergi kebijakan antar lembaga, sehingga tercipta ekosistem berkelanjutan dalam mendukung perkembangan usaha perempuan sekaligus memberikan perlindungan finansial.
Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PDA Surabaya, Any Farida, menyambut antusias program tersebut dan menegaskan kesiapan tim dalam implementasi hingga tingkat cabang.
“Alhamdulillah teman-teman Majelis Ekonomi sudah siap menjalankan program ini. Kami juga akan menggandeng PCA se-Surabaya untuk memetakan pelaksanaan pelatihan,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM Aisyiyah.
“Kami juga membentuk tim pendamping dalam setiap kegiatan. Harapannya, program ini benar-benar mampu mendorong kemajuan bisnis UMKM Aisyiyah secara berkelanjutan,” pungkasnya.

